MAKALAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI “Penerapan ICT(Information and Communation) di bidang keilmuwan farmasi”

MAKALAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

“Penerapan ICT(Information and Communation) di bidang keilmuwan farmasi”

 

 

 

Disusun oleh:

 

Indah Permatasari

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI FARMASI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANDUNG

 

KATA PENGANTAR

 

Dengan segala kerendahan hati saya panjatkan puji serta syukur kehadirat Allah SWT  yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan Makalah berjudul “Makalah Ilmiah ICT(Information and Communation) di bidang keilmuwan farmasi” dalam rangka menyelesaikan salah satu Tugas Mata Kuliah TIK.

Saya menyadari bahwa dalam penulisan Makalah ini jauh dari kesempurnaan, hal ini dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan kesulitan yang dihadapi penulis. Namun berkat bimbingan dan petunjuk dari dosen mata kuliah  dan dari berbagai pihak, maka keterbatasan dan kesulitan tersebut dapat diatasi.

Dengan segala harap semoga Makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penulis, pembaca, dan bagi semua pihak. Saya menyadari bahwa Makalah yang kami buat masih terdapat banyak kekurangan. Untuk itu kami dengan terbuka menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun sehingga dapat bermanfaat bagi kami. Semoga Allah SWT Senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin.

 

Bandung, 26 Juli 2018

 

 

 

 

Penulis,

                           

 

DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR. i

DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN.. 1

1.1  Latar Belakang. 1

1.2   Rumusan Masalah. 2

1.3  Tujuan. 2

BAB II PEMBAHASAN.. 3

2.1  Perkembangan Informasi dan Teknologi di Bidang Kesehatan. 3

2.2  Manfaat Peranan Teknologi Infornasi dan Komunikasi di Bidang Kesehatan  (Farmasi)  4

2.3  Peran Teknologi Informasi di Bidang Kesehatan. 7

2.4  Peran Teknologi Informasi di Bidang Farmasi dan Pengaplikasiannya. 9

2.5 Manfaat Teknologi Dalam Bidang Farmasi 11

BAB III PENUTUP. 13

3.1  Kesimpulan. 13

3.2  Saran. 14

DAFTAR PUSTAKA.. 15

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Teknologi Informasi  merupakan elemen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas utama bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan dimana memberikan andil besar terhadap perubahan – perubahan yang mendasar pada struktur operasi dan manajemen organisasi, pendidikan, trasportasi, kesehatan dan penelitian.
Peranan Teknologi Informasi pada masa sekarang tidak hanya dipergunakan bagi organisasi, melainkan juga untuk kebutuhan perorangan. Bagi organisasi Teknologi informasi dapat digunakan untuk mencapai keunggulan kompetitif, sedangkan bagi perorangan, teknologi dapat digunakan untuk mencapai keunggukan pribadi termasuk mencari pekerjaan.

Seperti yang kita ketahui, peranan Teknologi Informasi sudah banyak di manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari dan manfaatnya dalam kehidupan kita sangatlah besar. Bahkan sekarang ini teknologi informasi sudah tidak bisa di pisahkan dalam keseharian kita. Setiap pekerjaan yang kita lakukan sedikit banyak bergantung pada teknologi-teknologi yang ada. Karena memang pada kenyataan, adanya teknologi informasi ini mempermudah kita dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Dan hal sedemikian itu juga berpengaruh di Bidang Kesehatan, salah satunya adalah bidang Farmasi. Sekarang ini Teknologi Informasi di Bidang Kesehatan (Farmasi) sangat memiliki peran yang sangat signifikan untuk menolong jiwa manusia serta riset-riset di bidang kedokteran. Teknologi Informasi digunakan untuk menganalisis organ tubuh manusia bagian dalam yang sulit dilihat, untuk mendiagnosa penyakit, menemukan obat yang tepat untuk mengobati penyakit, dan masih banyak lagi.

Tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK ) akan berperan besar dalam meningkatkan layanan kesehatan warga dunia. Akselerasi penggunaan TIK dalam dunia kesehatan semakin meningkat dan mudah dengan adanya partisipasi Google Inc yang mulai menyediakan layanan Medical Record Service.

Proyek percontohan Google itu telah melibatkan puluhan ribu pasien di rumah sakit Cleveland yang dengan suka rela mentransfer rekam medis mereka. Rekam medis yang terkumpul itu dipergunakan oleh Google untuk memberikan layanan melalui aplikasi terbarunya. Perlu dicatat bahwa setiap data pasien dalam rekam medis, seperti resep obat, jenis alergi, riwayat kesehatan, dan sebagainya semuanya itu dilindungi dengan mempergunakan password, seperti juga yang disyaratkan dalam layanan Google lainnya. Layanan Google tersebut semakin membuat pengelola rumah sakit ingin segera memakai dan mengintegrasikan sistem informasi dan manajemenya dengan Google demi mewujudkan sistem layanan kesehatan yang lebih efektif dan progresif.

1.2   Rumusan Masalah

1.2.1 Jelaskan perkembangan informasi dan teknologi dibidang kesehatan    (Farmasi)?

1.2.2  Sebutkan dan jelaskan manfaat IT dalam bidang kesehatan (Farmasi)?

1.2.3  Jelaskan peranan IT di bidang kesehatan (Farmasi)?

 

1.3  Tujuan

1.3.1 Tujuan Umum

Diharapkan dapat mengetahui tentang IT dalam bidang kesehatan (Farmasi).

1.3.2 Tujuan Khusus

  1. Diharapkan dapat mengetahui tentang perkembangan informasi dan teknologi.
  2. Diharapkan dapat mengetahui IT dalam bidang kesehatan (Farmasi).
  3. Mengetahui peranan informasi dan teknologi dibidang kesehatan (Farmasi).

 


 

BAB II PEMBAHASAN

                  

2.1  Perkembangan Informasi dan Teknologi di Bidang Kesehatan

Standar dan mutu layanan kesehatan di Indonesia belum menggembirakan dan masih tertinggal bila dibandingkan dengan negara lain. Perhatian negara terhadap standar fasilitas kesehatan bagi penyedia jasa kesehatan dan pengaruhnya terhadap hasil perawatan pasien juga masih kurang. Untuk membenahi sistem kesehatan nasional secara progresif dibutuhkan solusi cerdas berupa layanan elektronik kesehatan atau biasa disebut dengan istilah e-Health yang merupakan solusi enterprise di bidang kesehatan karena melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat luas, Rumah Sakit, Puskesmas, Perguruan Tinggi, hingga produsen obat dan industri farmasi. Selain itu keterpaduan dan integrasi antara e-Health dengan SIAK (Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan), baik dalam lingkup nasional, regional dan daerah sangat membantu optimalisasi sistem kesehatan rakyat dimasa mendatang. Proses Digital Medical Records (DMR) atau rekam medis elektronik merupakan segmen fundamental dari e-Health.

Karena DMR memberikan fasilitas pertukaran data antar lembaga kesehatan seperti Rumah Sakit, Puskesmas, perguruan tinggi, perseorangan dan lain-lain. Sistem dapat menyimpan sejarah rekam medis dari seorang pasien mulai lahir sampai meninggal dunia. Kelebihan rekam medis elektronik antara lain : memungkinkan akses yang simultan dari lokasi berbeda, mengurangi kesalahan interpretasi data, penyajian yang variatif, mempercepat pembuatan keputusan, dan membantu analisis data. Kondisinya bertambah sempurna jika disertai kapasitas penyimpanan multimedia untuk foto rontgen, rekaman suara, diagram, laporan patologi, dan lain-lain. Aplikasi e-Health melahirkan lompatan yang luar biasa dalam sektor kesehatan seperti : Surveilans Epidemiologi, Telemedicines, Prescribing dan Sistem Informasi Geografis (SIG) Kesehatan.

Untuk mengembangkan aplikasi e-Health pentingnya memperhatikan standar DICOM (Digital Imaging and Communications in Medicine). Karena standar itu memungkinkan data-data hasil pemeriksaan radiologi untuk disimpan dan atau ditransmisikan dengan menggunakan format tertentu. Cakupan standar DICOM tidak hanya berkisar pada masalah penyimpanan dan penyajian data radiologi, namun semakin berkembang ke arah integrasi instrumen radiologi dengan protokol jaringan komunikasi tertentu.

2.2  Manfaat Peranan Teknologi Infornasi dan Komunikasi di Bidang Kesehatan  (Farmasi)

Seperti yang telah dijabarkan di atas, peranan dan aplikasi komputer dalam bidang kesehatan sangatlah banyak. Komputer secara tidak langsung telah membantu manusia untuk mengetahui penyakit yang dideritanya hingga sampai pada tahap penyembuhan. Sebagai kesimpulannya, manfaat dari penerapan komputer dalam bidang kesehatan di tiap-tiap aplikasinya antara lain sebagai berikut :

  1. Mendiagnosa suatu penyakit dan menentukan obat yang cocok
  2. Melihat dan menganalisa organ – organ tubuh bagian dalam manusia
  3. Memonitoring status pasien, merecord data pribadi pasien dan riwayat penyakit pasien
  4. Melakukan penelitian ilmiah yang diperlukan
  5. Memasukkan, menyimpan, menggelompokkan dan mengolah data – data secara cepat dan mudah
  6. Mendeteksi DNA seseorang
  7. Mengecek dan mengetahui hasil tes darah di laboratorium
  8. Sebagai alat Bantu dalam pemeriksaan medis

Intinya, dengan adanya komputer dalam bidang kesehatan sangatlah membantu. Kegiatan – kegiatan yang tadinya belum bisa dilakukan, saat ini sudah dapat dilakukan dengan komputer. Penggunaan komputer membuat pekerjaan seseorang menjadi lebih mudah, cepat dan akurat. Komputer yang banyak berperan dalam dunia kesehatan.

  1. Melakukan rotgen terhadap tubuh pasien sehingga dapat diketahui apa penyakit dan penyebabnya.
  2. Diagnostik , terapi dan perawatan, monitoring status pasien
  3. Adminstrasi Rumah Sakit
  4. Data base karyawan Rumah Sakit
  5. Laboratorium analisis kesehatan, penelitian dalam bidangkesehatan
  6. Penelitian dan pabrik Farmasi.

Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat telah merambah ke berbagai sektor termasuk kesehatan. Meskipun dunia kesehatan (dan medis) merupakan bidang yang bersifat information-intensive, akan tetapi adopsi teknologi informasi relatif tertinggal. Sebagai contoh, ketika transaksi finansial secara elektronik sudah menjadi salah satu prosedur standar dalam dunia perbankan, sebagian besar rumah sakit di Indonesia baru dalam tahap perencanaan pengembangan billing system. Meskipun rumah sakit dikenal sebagai organisasi yang padat modal-padat karya, tetapi investasi teknologi informasi masih merupakan bagian kecil.

Selain memiliki potensi dalam memfilter data dan mengolah menjadi informasi, TI mampu menyimpannya dengan jumlah kapasitas jauh lebih banyak dari cara-cara manual. Konvergensi dengan teknologi komunikasi juga memungkinkan data kesehatan di-share secara mudah dan cepat. Disamping itu, teknologi memiliki karakteristik perkembangan yang sangat cepat. Setiap dua tahun, akan muncul produk baru dengan kemampuan pengolahan yang dua kali lebih cepat dan kapasitas penyimpanan dua kali lebih besar serta berbagai aplikasi inovatif terbaru.

Aplikasi teknologi informasi untuk mendukung manajemen informasi kesehatan

2.2.1 Rekam medis berbasis komputer (Computer based patient record)

Salah satu tantangan besar dalam penerapan teknologi informasi dan komunikasi di rumah sakit adalah penerapan rekam medis medis berbasis komputer. Dalam laporan resminya, Intitute of Medicine mencatat bahwa hingga saat ini masih sedikit bukti yang menunjukkan keberhasilan penerapan rekam medis berbasis komputer secara utuh, komprehensif dan dapat dijadikan data model bagi rumah sakit lainnya.

Pengertian rekam medis berbasis komputer bervariasi, akan tetapi, secara prinsip adalah penggunaan database untuk mencatat semua data medis, demografis serta setiap event dalam manajemen pasien di rumah sakit. Rekam medis berbasis komputer akan menghimpun berbagai data klinis pasien baik yang berasal dari hasil pemeriksaan dokter, digitasi dari alat diagnosisi (EKG, radiologi, dll), konversi hasil pemeriksaan laboratorium maupun interpretasi klinis. Rekam medis berbasis komputer yang lengkap biasanya disertai dengan fasilitas sistem pendukung keputusan (SPK) yang memungkinkan pemberian alert, reminder, bantuan diagnosis maupun terapi agar dokter maupun klinisi dapat mematuhi protokol klinik.

TIK juga mempermudah Dokter dan Perawat dalam memonitor kesehatan pasien monitor detak jantung pasien lewat monitor komputer, aliran darah , memeriksa organ dalam pasien dengan sinar X.Dengan teknologi modern bisa memonitor, bahkan menggantikan fungsi organ dalam seperti Jantung, Paru-paru dan Ginjal. Itu merupakan teknologi kesehatan yang digabungkan dengan teknologi Informasi dan Komputer.

2.2.2      Pelayanan Medis dan Non medis

a)      Pelayanan Medis

Pelayanan yang bersifat medis khususnya di pelayanan keperawatan mengalami perkembangan teknologi informasi yang sangat membantu dalam proses keperawatan dimulai dari pemasukan data secara digital ke dalam komputer yang dapat memudahkan pengkajian selanjutnya, intervensi apa yang sesuai dengan diagnosis yan sudah ditegakkan sebelumnya, hingga hasil keluaran apa yang diharapkan oleh perawat. Sebelum menerapkan sistem ini hal pertama yang dilakukan adalah membakukan klasifikasi diagnosis keperawatan yang selama ini dirasa masih rancu, hal ini dilakukan untuk menghilangkan ambiguitas dokumentasi serta memberikan manfaat lebih lanjut terhadap sistem kompensasi, penjadwalan, evaluasi efektifitas intervensi sampai kepada upaya identifikasi error dalam manajemen keperawatan. Sistem ini mempermudah perawat memonitor klien dan segera dapat memasukkan data terkini dan intervensi apa yang telah dilakukan ke dalam komputer yang sudah tersedia di setiap bangsal sehingga akan mengurangi kesalahan dalam dokumentasi dan evaluasi hasil tindakan keperawatan yang sudah dilakukan.

b)      Pelayanan Non Medis

Pelayanan yang bersifat non-medis pun dengan adanya perkembangan teknologi informasi seperi sekarang ini semakin terbantu dalam menyediakan sebuah bentuk pelayanan yang semakin efisien dan efektif, dimana para calon klien rumah sakit yang pernah berobat atau dirawat di RS tidak perlu lagi menunggu dalam waktu yang cukup lama saat mendaftarkan diri karena proses administrasi yang masih terdokumentasi secara manual di atas kertas dan membutuhkan waktu yang cukup lama mencari data klien yang sudah tersimpan, ataupun setelah sekian lama mencari dan tidak ditemukan akhirnya klien tersebut diharuskan mendaftar ulang kembali dan hal ini jelas menurunkan efisiensi RS dalam hal penggunaan kertas yang tentunya membutuhkan biaya. Bandingkan bila setiap klien didaftarkan secara digital dan semua data mengenai klien dimasukkan ke dalam komputer sehingga ketika data-data tersebut dibutuhkan kembali dapat diambil dengan waktu yang relatif singkat dan akurat.

2.3  Peran Teknologi Informasi di Bidang Kesehatan

Teknologi Informasi di bidang kesehatan atau kedokteran komputer juga telah memperlihatkan peran yang sangat signifikan untuk menolong jiwa manusia, dan riset di bidang kesehatan. Komputer digunakan untuk mendiagnosis penyakit, menemukan obat yang tepat, serta menganalisis organ tubuh manusia bagian dalam yang sulit dilihat.

Teknologi-teknologi yang sudah di kembangkan di bidang Kesehatan diantaranya adalah berupa :

  1. Sistem  Computerized Axial Tomography (CAT) digunakan untuk menggambar struktur bagian otak dan mengambil gambar seluruh organ tubuh yang tidak bergerak dengan menggunakan sinar-X. Sedangkan untuk yang bergerak menggunakan sistem Dynamic Spatial Reconstructor (DSR) yang dapat digunakan untuk melihat gambar dari berbagai sudut organ tubuh. CAT dan DSR biasa dikenal CT Scan.
  2. Single Photon Emission Computer Tomography (SPECT) merupakan sistem komputer yang mempergunakan gas radioaktif untuk mendeteksi partikel-partikel tubuh yang ditampilkan dalam bentuk gambar. Bentuk lain adalah Positron Emission Tomography(PET) juga merupakan sistem komputer yang dapat menampilkan gambar yang menggunakan isotop radioaktif. Pengembangan PET-SCAN ini tidak hanya dapat mendeteksi kanker, tetapi juga dapat digunakan pada bidang-bidang kedokteran lainnya.

Jadi, dengan berkembangnya teknologi di bidang kesehatan sangatlah membantu mereka yang bergerak di bidang kesehatan untuk melakukan pekerjaan mereka. Mereka bisa dengan cepat menangani para pasien, bisa mendiaknosis penyakit yang mereka derita, dan kemungkinan salah diagnosisi yang mungkin sudah sering terjadi di dalam bidang kedokteran yang memakan banyak jiwa bisa berkurang. Pemanfaatan Teknologi Informasi ini semakin mendukung peningkatan kualitas kerja di bidang kedokteran, karena semakin canggihnya teknologi yang ada maka akan semakin mudah kita mendapatkan pelayanan dengan kualitas yang baik.

Saat ini telah ada temuan baru yaitu komputer DNA, yang mampu mendiagnosis penyakit sekaligus memberi obat. Ehud Shapiro beserta timnya dari institut Sains Weizmann, Rehovot, Israel, telah membuat komputer DNA ultrakecil yang mempu mendiagnosis dan mengobati kanker tertentu. Komponen penyusun komputer DNA adalah materi genetik yang diketahui urutan basanya. Seperti diketahui bahwa urutan gen secara intrinsik mempunyai kemampuan inheren untuk mengolah informasi layaknya komputer. Oleh karena itu trilyunan mesin biomolekul yang bekerja dengan ketepatan lebih dari 99,8% itu, dapat dikemas dalam setetes larutan. Komputer DNA menggunakan untai nukleotida sebagai masukan data, dan molekul biologi aktif sebagai larutan data dapat menghasilkan sistem kendali logis dari proses-proses biologi.

Dalam bidang kesehatan, komputer sangat berperan penting. Penggunaan komputer dalam bidang kesehatan tidak hanya akan dirasakan manfaatnya oleh para penggunanya, tetapi juga oleh organisasi tersebut, dalam hal ini misalnya rumah sakit, puskesmas, klinik, dan lain sebagainya. Perangkat ini secara tidak langsung dapat menolong jiwa manusia.

Komputer dapat digunakan mulai dari penyimpanan dan pengolahan data administrasi suatu rumah sakit atau klinik, hingga melakukan riset bidang kedokteran, mendiagnosis penyakit, menemukan obat yang tepat, serta menganalisis organ tubuh manusia bagian dalam yang sulit dilihat.

 

2.4  Peran Teknologi Informasi di Bidang Farmasi dan Pengaplikasiannya

Dalam bidang obat – obatan komputer juga berperan sangat penting dalam farmasi, misalnya untuk merecord resep dan dosis, serta menyimpan data harga obat – obatan tersebut. Selain itu, dengan adanya komputer dalam bidang farmasi juga membantu untuk mengelompokkan macam-macam obat berdasarkan kegunaannya, misalnya Panadol, Feminax, Ponstan adalah obat penahan rasa sakit.

2.4.1 Pengaplikasian Teknologi Informasi dan Komunikasi di Bidang Farmasi

Membuat Obat

penggunaan komputer,  mesin-mesin canggih, dan penggunaan robot dalam proses pembuatan obat di pabrik. Dengan adanya komputer, mesin canggih, dan robot tadi akan mempermudah kerja para farmasis menjadi lebih efektif dan efisien serta mengurangi tingkat kesalahan.

Selain itu, peranan teknologi informasi dalam bidang farmasi adalah hal-hal yang berhubungan dengan resep. Hal inilah yang akan saya bahas lebih mendalam.
Di masa lalu  (dan sampai sekarang masih terjadi), dokter akan memberi resep obat untuk pasien dengan terlebih dahulu melihat catatan medis pasien (di atas kertas). Dokter akan memeriksa apakah pasien memiliki alergi tertentu ataupun pasien memiliki resistensi pada obat-obat tertentu. Hal ini tentunya akan memakan banyak waktu. Selain itu banyak juga faktor-faktor lain yang dapat mengakibatkan dokter salah mendiagnosis dan memberi obat kepada pasien. Tentunya hal ini akan berpengaruh pada kesembuhan pasien.  Selain itu, catatan medis pada kertas pun akan rawan hilang.
Namun sekarang hal itu dapat diatasi dengan berkembangnya teknologi informasi. Salah satu contohnya adalah resep yang dapat dicetak dari komputer dan dapat diakses secara elektronik. Dokter dapat menggunakan fitur online untuk menemukan obat yang paling baik untuk pasien dan dapat dengan tepat menghitung dosis sesuai dengan keadaan pasien. Hal ini didukung oleh fitur bernama Smart CardSmart Card  adalah catatan medis pasien yang disimpan dalam bentuk kartu. Kartu ini berisi biodata pasien, riwayat penyakit, dan alergi obat. Dengan adanya smart-card ini dapat  meminimalisir kesalahan dalam diagnosis penyakit dan penentuan obat yang akan digunakan pasien.

Smart Card

Dengan melesatnya perkembangan teknologi informasi, para dokter dan tenaga kesehatan lainnya juga dapat dengan mudah mengetahui perkembangan obat-obatan. Selain itu, internet juga memungkinkan dokter untuk menuliskan resep dan mengirimkannya kepada apoteker tertentu.  Hal ini akan meminimalisir kesalahan pemberian obat oleh apoteker karena apoteker kadang tidak bisa membaca tulisan dokter pada kertas resep.
Selain itu, perkembangan teknologi informasi juga memungkinkan pasien untuk mendiagnosis penyakitnya sendiri. Saat ini banyak software maupun situs online yang dapat membantu pasien mendiagnosis penyakit dan menentukan obat yang akan digunakan berdasarkan gejala-gejala yang dirasakan pasien. Hal ini diperkuat oleh adanya apotekonline. Contohnya adalah apotek online Kimia Farma. Dalam situs ini, pasien dapat mengetahui tentang informasi obat, dosis penggunaan, cara menggunakan, dan kandungan-kandungan obat, sampai dengan efek samping yang akan timbul dan harga obat itu sendiri. Hal ini tentunya akan memudahkan pasien dalam  penggunaan obat yang benar dan meminimalisir kesalahan dalam penggunaan obat.

Apotek Online

Dari pembahasan-pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa dengan adanya perkembangan  dan kemajuan teknologi informasi, maka dalam bidang farmasi juga mengalamikemajuan,diantaranya:

  • Membantu farmasis dalam desain dan pembuatan obat serta manajemendatabase sehingga proses pembuatan obat dapat berlangsung secara lebih efektif dan efisien.
  • Meningkatkan komunikasi antara dokter, farmasis, dan tenaga kesehatan lainnya dengan pasien.
  • Meningkatkan kecepatan diagnosis penyakit.
  • Pemberian obat dengan dosis yang tepat dan akurat.
  • Membantu pasien dalam memahami penyakit serta obat yang digunakan dan memungkinkan pasien menjadi orang yang paling penting dalam pengobatan mereka sendiri.
  • Mengurangi biaya yang dikeluarkan karena berkurangnya kunjungan ke dokter dan makin meluasnya penggunaan obat generik.

2.5 Manfaat Teknologi Dalam Bidang Farmasi

 

Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan,memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.

Ada cabang tersendiri untuk mengembangkan informatika dalam bidang farmasi. Cabangnya itu adalah informatika farmasi. Informatika farmasi adalah bidang ilmiah yang berfokus pada pengobatan yang berhubungan dengan data, informasi dan pengetahuan dalam sistem kesehatan  termasuk, penyimpanan, penggunaan analisis, dan penyebaran dalam pengiriman obat yang optimal terkait  pengobatan dan kesembuhan pasien.

Penerapan kemajuan teknologi informasi dalam penggunaan perangkat keras komputer dan perangkat lunak, informatika farmasi mampu memberikan metode pembiayaan yang efektif untuk apotek dan rumah sakit untuk berkomunikasi dengan mudah dan menciptakan kerangka kerja yang maju dimana dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dalam rangka memberikan pengalaman akhir yang lebih baik bagi pasien dan menciptakan lingkungan yang memiliki kepentingan pasien , informatika farmasi mensinkronisasikan dokter, apoteker, pekerja rumah sakit, dan profesional kesehatan lainnya sehingga untuk memastikan bahwa riwayat medis pasien dan catatan resep tersedia bagi mereka yang membutuhkannya. Hal ini dapat membantu dalam mengurangi jumlah waktu yang diperlukan untuk diagnosa tertentu, memeriksa interaksi obat yang mungkin atau alergi sebelum resep ditulis, dan memastikan bahwa resep pasien siap ketika mereka membutuhkan dan telah diperiksa keakurasiannya.

Lalu, masih banyak nih manfaat- manfaat informatika farmasi antara lain:

  1. Membantu praktisi farmasi dalam beberapa hal, baik desain sistem dan manajemen database yang dapat merampingkan proses sehingga personil yang digunakan lebih efisien dan informasi yang tersedia tepat waktu.
  2. Meningkatkan komunikasi antara apoteker, dokter dan tenaga kesehatan lainnya, serta pasien.
  3. Mampu meningkatkan kecepatan diagnosis dan memeriksa interaksi obat yang mungkin atau alergi sebelum resep diisi/ditulis,
  4. Informatika farmasi memungkinkan pasien untuk memiliki pemahaman yang lebih baik dari obat-obatan yang mereka dapatkan dan memungkinkan mereka menjadi aset penting dalam pengobatan penyakit mereka sendiri.
  5. Apoteker juga mungkin dapat membantu dokter dan orang lain dalam menemukan resep yang tepat untuk kondisi tertentu, yang dapat mengurangi kebutuhan untuk beberapa kunjungan ke praktek dokter. Hal ini, dikombinasikan dengan biaya yang rendah karena berkurangnya kunjungan ke dokter, penggunaan obat generik, sehingga sangat mengurangi biaya pengobatan bagi pasien.

 

 

 

BAB III PENUTUP

 

3.1  Kesimpulan

Standar dan  mutu layanan kesehatan di Indonesia belum menggembirakan dan masih tertinggal bila dibandingkan dengan  negara lain. Perhatian  negara terhadap standar fasilitas kesehatan bagi penyedia jasa kesehatan dan pengaruhnya terhadap hasil perawatan pasien juga masih kurang. Untuk membenahi sistem kesehatan nasional secara progresif dibutuhkan solusi cerdas berupa layanan elektronik kesehatan atau biasa disebut dengan istilah e-Health yang merupakan solusi enterprise di bidang kesehatan karena melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat luas, Rumah Sakit, Puskesmas, Perguruan Tinggi, hingga produsen obat dan industri farmasi.

Intinya, dengan adanya komputer dalam bidang kesehatan sangatlah membantu. Kegiatan – kegiatan yang tadinya belum bisa dilakukan, saat ini sudah dapat dilakukan dengan komputer. Penggunaan komputer membuat pekerjaan seseorang menjadi lebih mudah, cepat dan akurat.

Jadi, dengan berkembangnya teknologi di bidang kesehatan sangatlah membantu mereka yang bergerak di bidang kesehatan untuk melakukan pekerjaan mereka. Mereka bisa dengan cepat menangani para pasien, bisa mendiaknosis penyakit yang mereka derita, dan kemungkinan salah diagnosisi yang mungkin sudah sering terjadi di dalam bidang kedokteran yang memakan banyak jiwa bisa berkurang. Pemanfaatan Teknologi Informasi ini semakin mendukung peningkatan kualitas kerja di bidang kedokteran, karena semakin canggihnya teknologi yang ada maka akan semakin mudah kita mendapatkan pelayanan dengan kualitas yang baik.

Selain itu, kemudahan ini sangat dirasakan oleh pabrikasi farmasi di seluruh dunia yang dapat memberikan kemudahan dalam segala bidang pengaplikasiaan di bidang farmasi itu sendiri yang bisa memudahkan konsumen, produsen, dan lain-lain.

 

3.2  Saran

Bagi mahasiswa yang berbasis dibidang kesehatan baik kedokteran, keperawatan, farmasi, analis kesehatan bisa lebih memanfaatkan penggunaan teknologi dan informasi karena pengembangan teknologi di segala bidang kehidupan sudah menjadi tuntutan wajib sama halnya pendidikan untuk setiap manusia itu sangat penting.

 

 

DAFTAR PUSTAKA